Upaya menjaga kebersihan di lingkungan manufaktur makanan membutuhkan perhatian pada setiap detail. Mulai dari cara menggunakan peralatan hingga cara penyimpanannya setelah digunakan, setiap langkah berperan penting untuk mencegah kontaminasi dan memastikan proses produksi tetap aman.
Bagi Roni Kustian, Cleaner OCS Indonesia, menjaga higienitas bukan hanya soal menjalankan tugas operasional harian. Ia turut memperhatikan setiap proses kerja dan mencari langkah perbaikan agar prosedur di tempat kerja berjalan lebih baik.
Selama hampir empat tahun, Roni bertugas menjaga kebersihan di salah satu area pengolahan cokelat di Jawa Barat. Sebelumnya, ia juga pernah bekerja di berbagai proyek pelanggan OCS Indonesia pada sektor retail, warehouse, dan manufaktur. Pengalaman tersebut membantunya memahami bahwa setiap lingkungan kerja memiliki kebutuhan dan tantangan tersendiri.
Di area produksi tersebut, Roni menemukan satu masalah yang terus berulang pada area penyimpanan peralatan kebersihan. Ruang penyimpanan yang terbatas membuat alat yang sudah bersih terkadang diletakkan berdekatan dengan peralatan kotor yang sudah digunakan. Kondisi ini pun meningkatkan risiko kontaminasi silang.
Ketika penyimpanan tidak dilakukan dengan tepat, tim harus mengulang proses sanitasi sebelum produksi makanan dapat dilanjutkan. Selain memerlukan waktu tambahan, kondisi tersebut juga dapat memengaruhi efisiensi operasional serta kesiapan menghadapi audit kebersihan.
Melihat kondisi tersebut, Roni menyadari bahwa sistem penyimpanan yang lebih baik dibutuhkan untuk membantu tim menjaga standar higienitas secara lebih efektif.
“Di area produksi makanan, risiko kontaminasi sangat tinggi. Ini menjadi tanggung jawab bersama. Saat melihat masalah, saya pun berusaha mencari solusinya agar pekerjaan bisa berjalan lebih efisien.”
Roni Kustian
Cleaner OCS Indonesia
Memanfaatkan material sisa untuk ciptakan solusi
Alih-alih menunggu pemesanan tempat penyimpanan alat yang baru, Roni memanfaatkan material yang sudah tersedia di area pelanggan untuk menciptakan solusi. Ia menemukan plat besi bekas yang sudah tidak lagi digunakan, lalu dengan kolaborasi bersama tim teknisi ia mengubahnya menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.
Bersama tim teknisi fasilitas, Roni memotong, merakit, dan mengelas material bekas tersebut menjadi tempat penyimpanan khusus untuk peralatan kebersihan. Seluruh proses dilakukan sesuai prosedur keselamatan kerja agar tetap aman selama pengerjaan.
Rak tersebut digunakan untuk memisahkan peralatan yang bersih dan yang telah digunakan dengan lebih jelas. Mop, dustpan, wiper, serta peralatan kebersihan lainnya kini tersusun lebih rapi sesuai kondisinya. Material yang sebelumnya tidak terpakai pun kini memiliki fungsi baru yang mendukung operasional sehari-hari.
Perubahan sederhana ini memberikan dampak nyata di lokasi operasional. Dengan penyimpanan yang lebih rapi, proses menjaga kebersihan menjadi lebih efisien, kebutuhan untuk melakukan sanitasi berulang berkurang, dan risiko kontaminasi silang dapat diminimalkan. Area produksi pun menjadi lebih aman bagi seluruh orang yang bekerja di dalamnya.
Atas inisiatif tersebut, Roni menerima rekognisi dalam TRUE Star Programme OCS Indonesia pada kategori Empowerment. Penghargaan ini mengapresiasi kepeduliannya dalam melihat tantangan, mengambil tindakan, dan menghadirkan solusi yang bermanfaat bagi tim.
Kepedulian yang mendorong tindakan
Bagi Roni, upaya perbaikan berawal dari kepedulian dan kemauan untuk bertindak. Sebuah ide tidak harus rumit untuk dapat membawa manfaat. Perubahan hadir ketika seseorang bersedia menyadari tantangan dan mengambil inisiatif untuk mencari solusinya.
“Jika punya ide positif yang bisa bermanfaat bagi banyak orang, jalankan saja. Percaya dan lakukan, yang penting semuanya berawal dari niat baik.”
Melalui inisiatifnya, Roni menunjukkan bahwa perubahan kecil dalam pekerjaan sehari-hari pun dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan efisien. Ia membuktikan bahwa semua kolega dapat memberi manfaat bagi banyak orang lewat ide sederhana.