Setiap pagi, Waluyo memangkas ranting dan dedaunan, menyapu daun kering dan membereskan sampah organik lainnya saat merawat taman di salah satu lokasi pelanggan OCS Indonesia di sektor pendidikan. Bagi banyak orang, aktivitas ini mungkin hanya bagian dari rutinitas menjaga kebersihan lingkungan. Namun bagi Waluyo, semua itu menjadi awal dari perubahan yang lebih bermakna.
Sebagai Senior Gardener, Waluyo bertanggung jawab menjaga area hijau tetap subur, asri, dan nyaman. Pekerjaan hariannya meliputi menyiram tanaman, memangkas pepohonan dan semak, hingga melakukan pembibitan. Seiring waktu, ia menyadari bahwa ia memiliki peluang untuk memberikan manfaat yang lebih luas.
Memanfaatkan sampah organik jadi sarana belajar
Berbekal pengalaman di bidang pemeliharaan taman, Waluyo mulai mengolah sampah organik seperti ranting hasil pemangkasan, daun kering, dan sisa makanan menjadi pupuk kompos dan media tanam yang membantu menyuburkan tanaman. Upaya sederhana yang dilakukannya untuk memanfaatkan sampah organik ini justru menarik perhatian seorang guru biologi di sekolah.
Setelah serangkaian diskusi, keduanya sadar memiliki kesamaan tujuan untuk mengajak anak-anak lebih peduli dan perhatian terhadap lingkungan melalui pengalaman belajar menyenangkan di lapangan.
Keduanya berkolaborasi untuk mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler mingguan bagi siswa TK dan SD. Dalam setiap sesi, siswa bisa mempelajari seluruh proses bercocok tanam, mulai dari mengenal jenis sampah organik, membuat kompos dan media tanam, hingga menanam bibit dan memanennya. Seiring perjalanan, mereka pun belajar bahwa bahan-bahan alami dapat didaur ulang, bukan hanya berakhir di tempat pembuangan.
“Saya merasa mendapat banyak dukungan dari manajemen OCS maupun pelanggan. Karena itu, saya ingin memberikan yang terbaik dan berbagi pengetahuan yang saya miliki kepada orang lain.”
Waluyo
Senior Gardener
Belajar langsung dari alam
Bagi para siswa, taman sekolah kini menjadi ruang belajar. Setiap minggunya, mereka mengenal berbagai jenis bahan organik, mengamati proses penguraian secara alami, menyiapkan media tanam, hingga melakukan pembibitan.
Waluyo juga mengajak anak-anak mengamati setiap proses, mengenali perbedaan warna dan tekstur daun, aktif bertanya, dan memahami bagaimana media tanam yang baik dapat mendukung pertumbuhan tanaman. Pengalaman belajar dari alam yang interaktif ini membangkitkan rasa penasaran anak-anak, sekaligus membantu mereka lebih memahami hubungan antara manusia dan alam sejak dini.
Program ini juga berhasil membudidayakan berbagai tanaman hortikultura, seperti kangkung, cabai, dan pepaya. Saat waktunya panen tiba, siswa dapat membawa buah dan sayur untuk dinikmati bersama keluarga.
Bertumbuh bersama dalam kolaborasi nyata
Keberhasilan program ini lahir dari kontribusi berbagai pihak. Guru menjembatani kegiatan praktik di taman dan pembelajaran di kelas. Waluyo membagikan pengalaman dan keterampilan yang dimiliki. Sementara itu, pihak sekolah menyediakan lingkungan belajar yang memungkinkan siswa mengeksplorasi alam di luar kelas.
Bersama-sama, mereka menciptakan pengalaman belajar yang menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini. Lebih dari itu, kolaborasi ini juga menunjukkan makna sesungguhnya dari nilai Unity (Persatuan), yaitu menyatukan keahlian, pengalaman, dan perspektif yang berbeda untuk memberikan manfaat bagi sesama.
Berkat kontribusinya dalam membangun kolaborasi tersebut, Waluyo menerima apresiasi melalui Program TRUE Star OCS Indonesia pada kategori Unity. Sebelumnya, ia juga telah meraih penghargaan kategori Respect atas inisiatifnya mengolah pupuk organik.
“Jangan pernah berhenti belajar. Kita harus menyukai pekerjaan yang kita jalani dan terus mengembangkan pengetahuan. Ketika kita mencintai apa yang kita lakukan, kita bisa memberikan dampak positif yang lebih besar bagi orang lain.”
Bagi Waluyo, merawat taman bukan sekadar menjaga tanamannya tetap tumbuh subur. Dengan berbagi pengetahuan, ia berhasil mengubah taman sekolah menjadi ruang belajar serta mengajak anak-anak mengenal, mengeksplorasi, dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.