Ketika sebuah tempat kerja dikelola oleh banyak perusahaan, siapa yang paling bertanggung jawab memastikan semuanya berjalan dengan baik?
Pertanyaan ini menjadi semakin penting dalam bidang Manajemen Fasilitas (FM).
Saat ini, tempat kerja jarang dikelola oleh satu perusahaan saja. Di balik pabrik, rumah sakit, pusat data, kantor, atau fasilitas logistik, terdapat jaringan penyedia layanan, tenaga ahli, dan pemasok yang saling terhubung. Masing-masing berkontribusi terhadap kinerja tempat kerja tersebut setiap hari.
OCS Indonesia sering kali menjadi bagian dari ekosistem tersebut.
Hal ini memberi kami perspektif tersendiri mengenai Uji Tuntas Hak Asasi Manusia (Human Rights Due Diligence/HRDD).
Bagi perusahaan yang beroperasi dalam rantai pasok, bisnis yang bertanggung jawab tak sekadar memenuhi kebutuhan pelanggan, atau meneruskannya kepada pemasok.
Yang lebih penting adalah memastikan bahwa tanggung jawab dijalankan di sepanjang rantai pasok tersebut.
FM berada dekat dengan titik di mana komitmen perusahaan diterapkan dalam kegiatan operasional sehari-hari. Kebijakan yang dibuat di kantor pusat pada akhirnya diwujudkan melalui keputusan nyata mengenai perekrutan, pengawasan, jam kerja, keselamatan, pelatihan, pengadaan, hingga bagaimana karyawan diperlakukan di lapangan.
Kedekatan ini menciptakan tanggung jawab sekaligus peluang.
Penyedia layanan dapat membantu pelanggan mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi di tempat kerja, mengenali potensi masalah sejak dini, serta membawa pengalaman operasional dalam diskusi penting yang mungkin sebelumnya hanya dibahas pada tingkat kebijakan.
Namun, tanggung jawab ini perlu dibangun bersama.
Pihak pemberi kerja memerlukan model bisnis yang memungkinkan pekerjaan dilaksanakan secara bertanggung jawab. Penyedia jasa harus memenuhi standar ketenagakerjaan dan hak asasi manusia, sekaligus meningkatkan produktivitas. Pemasok dan subkontraktor membutuhkan ekspektasi yang jelas serta akuntabilitas. Sementara para pekerja memerlukan saluran yang aman dan dapat dipercaya untuk menyampaikan keluhan.
Untuk menciptakan tempat kerja yang bertanggung jawab, organisasi tidak bisa bekerja sendirian.
Hal ini menjadi bagian penting dari diskusi President dan Managing Director OCS Indonesia, Yohanes Jeffry Johary, dalam program PROFIT CNBC Indonesia yang membahas penerapan HRDD.
OCS Indonesia meyakini saat kami menjadi bagian dari rantai pasok pelanggan, artinya kami turut bertanggung jawab terhadap bagaimana cara rantai pasok tersebut beroperasi.
Dan karena FM beroperasi di titik temu antara manusia, tempat kerja, dan rantai pasokan, industri kami memiliki kesempatan untuk membantu mewujudkan komitmen bisnis yang bertanggung jawab dalam praktik operasional sehari-hari.
Terima kasih kepada CNBC Indonesia yang telah menyediakan ruang untuk percakapan ini. Mari simak diskusi lengkapnya dalam dua segmen berikut:
Segmen 1: Facility Management and Human Rights-Respecting Businesses
Segmen 2: From Policy to Practice: Implementing Human Rights Due Diligence