Ketika membicarakan kesejahteraan (wellbeing), banyak orang hanya fokus pada kesehatan fisik saja. Padahal, menjaga kebugaran saja tidak cukup. Kesehatan mental dan sosial punya peran yang sama pentingnya. Tanpa dukungan keduanya, tekanan dapat menumpuk dan masalah sehari-hari jadi semakin sulit untuk diatasi.
Oleh karena itu, pilar Wellbeing dalam Resilience Week 2026 tak sekadar mendorong gaya hidup sehat. Fokusnya adalah menciptakan lingkungan kerja yang memungkinkan setiap orang untuk belajar, berkolaborasi, dan bertumbuh bersama. Saat seseorang merasa didukung, dihargai, dan percaya diri dalam menjalankan perannya, resiliensi pun semakin kuat.
Mengapa kesejahteraan berperan penting bagi ketangguhan?
Setiap orang memiliki tantangan dalam kehidupan pribadi maupun pekerjaan. Menjaga kesehatan fisik, mental, dan sosial membantu kita tetap sehat, fokus, dan produktif, bahkan ketika dihadapkan pada situasi yang tak terduga.
“Membangun resiliensi jadi tanggung jawab bersama. Saat perusahaan memberikan dukungan kepada karyawan, karyawan juga harus berusaha menjaganya dengan cara belajar, menjaga kesehatan, mengelola tingkat stres. Saat kita berinvestasi dalam pengembangan diri, kita turut memperkuat kemampuan untuk mengatasi tantangan dan memberikan kontribusi yang lebih baik bagi perusahaan.”
Dwi Pratomo
Head of Compensation & Benefits
Proses belajar membantu seseorang beradaptasi, mengambil keputusan yang tepat, dan menghadapi tantangan dengan lebih efektif. Dengan begitu, pengembangan diri yang berkelanjutan menjadi salah satu kunci penting dalam membangun ketangguhan.
Lingkungan kerja juga berperan besar dalam membentuk wellbeing. Saat orang merasa nyaman untuk menyampaikan pendapat, bertanya, dan belajar dari rekan kerja, mereka akan lebih percaya diri dan merasa lebih didukung. Mentoring turut menciptakan ruang untuk berbagi wawasan, belajar dari pengalaman, serta membangun hubungan yang saling percaya. Interaksi sederhana inilah yang membantu individu maupun tim untuk beradaptasi dan tetap tangguh di berbagai situasi.
Belajar dan bertumbuh bersama
Di OCS Indonesia, mendukung kesejahteraan berarti membuka lebih banyak kesempatan bagi kolega untuk belajar dan berkembang. Kesempatan ini tak selalu hadir melalui program formal. Sering kali, kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten lah yang memberikan dampak paling besar.
Bagi tim garda depan kami, briefing harian bukan sekadar rutinitas sebelum memulai pekerjaan. Momen ini menjadi ruang untuk berbagi informasi penting, memperkuat kerja sama tim, dan mengingatkan kembali pentingnya keselamatan dalam bekerja.
Kami juga menghadirkan berbagai program pengembangan yang membantu kolega mengembangkan keterampilan baru dan membuka peluang karier yang lebih luas. Program cadetship mempersiapkan kolega untuk menjalani peran dan tanggung jawab yang lebih besar di masa depan. Selain itu, VOCIFY Green Skills Apprenticeship Programme membekali peserta dengan green skills dan kompetensi vokasi yang diakui secara internasional, sambil memperkuat karakter dan mendorong penerapan ekonomi sirkular demi menciptakan dunia kerja yang lebih berkelanjutan.
Kolega kami juga dapat mengakses materi pembelajaran kapan saja lewat platform daring. Pengetahuan dasar mengenai kebersihan, hospitality, hingga standar layanan dapat dipelajari secara mandiri untuk mendukung kompetensi sehari-hari.
Bagi tim di kantor, program pelatihan dan kepemimpinan turut mendukung pengembangan profesional maupun personal. Inisiatif seperti OCS BEST Club melalui sesi Bahasa Inggris mingguan menciptakan lingkungan belajar yang kolaboratif. Klub ini memungkinkan kolega untuk belajar bersama rekan kerja demi mengasah kemampuan berkomunikasi dan membangun rasa percaya diri.
“Resiliensi bukan sekadar slogan. Melalui pembelajaran yang berkelanjutan, baik di ruangan saat training maupun pengalaman di lapangan, kita memperkuat kemampuan untuk beradaptasi, tumbuh, dan menghadapi tantangan. Kuncinya adalah berlandaskan pada TRUE Values OCS dalam setiap langkah yang kita jalani.” – Andika Bagus Setiawan.
Andika Bagus Setiawan
Head of Learning & Development
Tumbuh dan tangguh bersama
Resiliensi tumbuh ketika seseorang merasa didukung, terhubung, dan memiliki kesempatan untuk terus belajar. Wellbeing membangun kepercayaan diri dan stabilitas, sedangkan mentoring mendorong pembelajaran dan hubungan yang saling percaya. Seluruh aspek ini membantu tim beradaptasi dan berkembang, sekaligus memperkuat resiliensi tim, lingkungan kerja, dan organisasi.