Kami menyambut hangat kolaborasi sebagai tuan rumah bersama CastleAsia untuk agenda UK-ASEAN Business Council (UKABC) Roundtable dan Dinner Reception di Jakarta pada 30 Oktober lalu. Kegiatan ini mempertemukan para pemimpin dari sektor pemerintahan, bisnis, dan pendidikan untuk membahas bagaimana Inggris dan Indonesia dapat bekerja sama membantu generasi muda mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan demi membangun ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Mulai dari transisi hijau hingga kesiapan digital, diskusi ini menyoroti keyakinan bersama bahwa masa depan suatu bangsa bergantung pada kualitas manusianya. Program VOCIFY Green Skills dan Apprenticeship OCS Indonesia yang kami kembangkan bersama mitra TVET Inggris menunjukkan bagaimana kemitraan industri dapat membantu mempersiapkan tenaga kerja untuk menghadapi tantangan masa depan.
Sejalan dengan visi bangsa menuju Indonesia Emas 2045, pengembangan keterampilan dan inovasi menjadi kunci untuk mewujudkannya.
“Indonesia Emas 2045 dimulai dari manusianya. Dengan berinvestasi pada keterampilan dan menciptakan peluang, kita dapat membangun ekonomi yang inklusif, tangguh, dan siap menghadapi masa depan.”
Yohanes Jeffry Johary
Managing Director OCS Indonesia
“Kunci pembangunan ekonomi masa depan adalah membekali generasi muda dengan keterampilan yang tepat. Kemitraan antara Inggris dan Indonesia menunjukkan bagaimana keahlian dan investasi pada sumber daya manusia dapat memberikan dampak jangka panjang, baik bagi bisnis maupun masyarakat.”
Lord Ed Vaizey
Chair of the UK-ASEAN Business Council
Di OCS Indonesia, kami terus meningkatkan kemitraan yang menghubungkan dunia pendidikan dengan industri. Kami juga membuka akses peluang untuk masyarakat, demi menciptakan masa depan yang lebih kuat dan berkelanjutan bagi semua.