Setiap bulan Maret, International Women’s Day menjadi momen untuk merayakan kontribusi perempuan di tempat kerja, di rumah, serta di tengah masyarakat dan maupun keluarga. Bagi banyak perempuan, perjalanan membangun karier sering kali berjalan beriringan dengan berbagai peran dan tanggung jawab lainnya.
Tema tahun ini, “Give to Gain”, mengingatkan kita bahwa dukungan yang berarti kepada orang lain dapat membantu kita berkembang. Saat seorang pemimpin berbagi pengalaman, memberi semangat kepada rekan kerja, dan membantu orang lain terus melangkah maju, mereka juga memperkaya perspektif dan kepercayaan diri sendiri.
Empat pemimpin perempuan OCS Indonesia berbagi kisah perjalanan profesional mereka, serta pelajaran berharga yang membentuk cara mereka memimpin saat ini.
Mulai dari memimpin diri sendiri – Raysha Rahma (Head of Legal and Compliance)
Raysha Rahma memimpin tim Legal and Compliance di perusahaan, serta menjalani perannya sebagai ibu dari tiga anak di rumah. Kedua peran ini menuntut fokus, kesabaran, dan serta kemampuan mengambil Keputusan dengan bijak.
Saat memulai karier di bidang hukum, ia belajar banyak tentang ketekunan dan kemampuan beradaptasi. Ada kalanya ia kerap diremehkan orang lain. Alih-alih menanggapi pandangan tersebut, ia memilih tetap fokus menjalankan pekerjaannya dengan integritas dan komitmen. Seiring waktu, pendekatan yang konsisten inilah yang membangun kepercayaan orang lain terhadap dirinya.
Bagi Raysha, kepemimpinan selalu dimulai dari diri sendiri. Kita perlu membangun kepercayaan diri dan kontrol diri sebagai fondasi untuk dapat memberikan pengaruh positif kepada orang lain.
“Sebagai perempuan, kita harus pimpin diri sendiri serta memiliki nilai dan prinsip sehingga bisa memberi dampak untuk orang lain.”
Raysha Rahma
Head of Legal and Compliance
Kekuatan dalam setiap peran – Deysi Wantania (Key Account Manager)
Sebagai Key Account Manager, Deysi Wantania bertanggung jawab memimpin tim operasional yang melayani pelanggan OCS Indonesia di sektor manufaktur. Aktivitas hariannya menuntut Deysi pergi ke berbagai lokasi, berdiskusi dengan pelanggan, serta mendampingi tim dalam menghadapi berbagai tantangan operasional.
Di saat yang sama, ia juga berperan dan bertanggung jawab mengurus keluarga. Peran ganda ini justru membuat Deysi mampu memperkuat kemampuannya untuk tetap terorganisir dan tangguh saat menyelesaikan masalah.
Deysi memimpin timnya dengan empati dan semangat kolaborasi. Ia menciptakan lingkungan kerja yang membuat anggota tim merasa nyaman untuk bertanya, menyampaikan ide, dan saling mendukung satu sama lain.
“Jangan pernah merasa inferior sebagai perempuan. Saat kesempatan hadir, raihlah dan buktikan kemampuanmu.”
Deysi Wantania
Key Account Manager
Kerja keras modal utama kepemimpinan – Anna Miettinen (Sales Director)
Anna Miettinen memimpin tim sales OCS Indonesia dengan pengalaman lebih dari dua puluh tahun di berbagai industri, mulai dari perbankan, properti, teknologi, hingga facility management.
Perjalanan kariernya membentuk disiplin, rasa ingin tahu, dan dorongan yang kuat untuk terus berkembang. Bagi Anna, dalam dunia sales penting untuk memahami nilai dari apa yang kita tawarkan sekaligus menyadari kontribusi unik yang dapat kita berikan.
Meski bidang ini sangat kompetitif, Anna tidak pernah melihat gender sebagai penghalang untuk perempuan berkiprah. Menurutnya, kepemimpinan ditentukan oleh kemampuan dan kemauan untuk terus berkembang.
“Tantangan jadi perempuan memang banyak, tapi kerja keras akan membuahkan hasil. Teruslah menantang diri sendiri!”
Anna Miettinen
Sales Director
Memimpin dengan tujuan yang jelas – Stella M Widowati (Key Account Lead)
Stella memulai karier di bidang engineering sebuah bidang yang sering kali didominasi oleh laki-laki. Dalam perjalanan tersebut, ia sesekali merasakan keraguan dari orang-orang di sekitarnya.
Alih-alih mencoba membuktikan anggapan orang lain yang salah, Stella memilih untuk terus maju dan teguh pada kekuatannya sendiri. Ia memimpin dengan ketegasan, tujuan yang jelas, dan disiplin.
Menurutnya, seorang pemimpin yang baik tidak mencari pengakuan. Mereka fokus menciptakan hal bermakna sembari memikirkan dampak jangka panjang.
“Ketenangan kita merupakan kekuatan. Saat menghadapi krisis, hal ini memberikan kestabilan.”
Stella M Widowati
Key Account Lead
Semangat berbagi
Keempat pemimpin perempuan ini memiliki perjalanan karier berbeda, namun tetap berbagi semangat yang sama untuk memberdayakan orang lain. Mereka membangun kolaborasi, berbagi pengetahuan, dan mendorong perkembangan untuk meningkatkan rasa percaya diri —bagi diri sendiri maupun orang di sekitarnya.
Saat perempuan memimpin dengan tujuan yang jelas, mereka tidak hanya memperkuat tim dan lingkungan kerja tapi juga berkontribusi positif untuk komunitas di sekitarnya.