Bagi sebagian orang, tumpukan kayu bekas mungkin hanya terlihat seperti limbah. Namun bagi Ardiansyah, hal ini justru menjadi peluang untuk menyelesaikan masalah.
Di salah satu area pembangkit listrik pelanggan OCS Indonesia di Jawa Tengah, Ardi menemukan beberapa materi edukasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) teronggok begitu saja di gudang. Papan tersebut sudah siap digunakan, namun tim HSE pelanggan kesulitan memasangnya sehingga papan tersebut terabaikan.
Ardi menyadari adanya masalah tersebut dan menawarkan bantuan.
Beradaptasi dengan kebutuhan di lapangan
Sebagai seorang General Service, Ardi terbiasa bekerja dari satu area ke area lainnya untuk mendukung berbagai kebutuhan operasional dan permintaan pelanggan. Perannya ini membuat Ardi lebih memahami kondisi masing-masing area operasional, serta tantangan yang mungkin muncul dari pekerjaan harian.
Hal ini juga mengajarkannya untuk lebih memperhatikan kondisi di sekitar.
“Peran ini memberikan tantangan sekaligus peluang untuk mengenali area kerja dengan lebih baik. Saya juga punya kesempatan untuk menawarkan solusi dari masalah-masalah yang kerap luput dari perhatian banyak orang.”
Ardiansyah
General Service OCS Indonesia
Saat Ardi menemukan beberapa papan informasi berisi materi edukasi Health and Safety yang tak terpakai di gudang, ia pun mencari solusi praktis untuk memasangnya.
Ia mengingat di lokasi tersebut banyak palet kayu bekas pengiriman mesin yang tak terpakai. Beberapa di antaranya masih dalam kondisi yang bagus, sehingga Ardi melihat peluang untuk memanfaatkan kembali kayu tersebut sebagai rangka/frame tempat menempel papan informasi K3.
Bersama kolega lainnya, ia memilih kayu dengan kualitas baik, mengukurnya sesuai kebutuhan papan informasi, dan merakit rangka tersebut menggunakan bor. Pengalamannya membuat peralatan kayu di rumah sangat berguna untuk mendukung inisiatif ini di tempat kerja.
Berkat kolaborasi ini, mereka berhasil membuat enam frame untuk memasang materi edukasi dari tim HSE di beberapa titik strategis area PLTU. Kini, materi keselamatan terpampang jelas dan lebih mudah dilihat banyak orang, sementara palet kayu bekas yang sebelumnya terabaikan akhirnya memiliki fungsi baru.
“Pesan keselamatan dari tim HSE kini jadi lebih mudah dilihat dan diakses. Untuk menciptakan perubahan tentu perlu proses, tetapi setidaknya pengingat itu sekarang sudah tersedia di area kerja.”
Kepedulian yang mendasari nilai respect
Inisiatif tersebut membawa Ardi meraih rekognisi dalam kategori Respect pada Program TRUE Star OCS Indonesia. Ini bukan pertama kalinya bagi Ardi. Sebelumnya, ia meraih apresiasi serupa dalam kategori Empowerment karena inisiatifnya membuat precast U-Ditch bridge yang membantu akses pekerja menuju area taman menjadi lebih aman.
Dalam bekerja, Ardi memaknai nilai respect bukan hanya tentang bagaimana kita memperlakukan orang lain. Respect juga berarti kepedulian kita terhadap kondisi sekitar, memperhatikan keselamatan, dan tidak membiarkan masalah ketika kita memiliki kesempatan untuk menyelesaikannya.
“Bagi saya, Respect dimulai dari kepedulian kita pada masalah yang ada di depan mata. Dengan menawarkan solusi dan bertindak langsung, kita bisa membantu sesama sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan kerja.”
Pemahaman ini terlihat dari cara Ardi menjalankan pekerjaannya sehari-hari. Ketika ia menemukan kendala atau masalah yang membutuhkan perhatian, ia bertindak dengan mencari cara untuk menyelesaikannya dan berkolaborasi dengan kolega lainnya.